“Apakah kamu mengasihi Aku?”

13 Mei 2016 (Elson).docx (thinkandletthink.com)

Sahabat-sahabat yang terkasih, tahun lalu saat Paus Fransiskus mengunjungi negara Filipina. Ia berkotbah tentang bacaan Injil ini. Ada kejadian yang menarik saat memulai homilinya. Ia mengutip, “Do you love me?” dan semua umat menjawab “Yesss”. Pengalaman ini ingin menggambarkan bagaimana kita dengan mudah menjawab pertanyaan soal cinta dan mencintai Tuhan.

Ya, ketika ini diucapkan tampaknya mudah, tapi ketika kita dihadapi langsung dengan realitas yang ada mungkin kita akan menemukan kesulitan. Sekali lagi dalam bacaan Injil, Yesus terus mau meyakinkan Petrus untuk tetap setia akan panggilannya. Kesetian ini yang Yesus ingin tunjukkan kepada kita. Yesus tahu kalau Petrus pernah menyangkal-Nya tapi ada gerakan pertobatan yang dilakukan oleh Petrus dan akhirnya membuat Petrus kembali.

Pengalaman Petrus ini juga bisa menjadi pengalaman kita. Ketika kita terpuruk dan jauh dari Tuhan tetapi kita kembali kepada-Nya Allah akan membuka pintu kerahiman-Nya dan memiliki rencana untuk hidup kita.

Hari ini kita sungguh diajak untuk mensyukuri rahmat yang Tuhan berikan kepada kita dan kita diminta selalu setia dalam setiap rencana kasih-Nya.

Image: thinkandletthink.com

About the author

Br. Elson, OP

Iklan

Dengar, Kenal dan Ikut…

19 April 2016 (Elson).docx (www.westburyumc.org)

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku”

Hari ini bacaan Injil masih berbicara tentang Yesus sang Gembala Baik. Ada tiga bentuk tindakan yang menarik dalam bacaan Injil hari ini yaitu, ‘mendengarkan’, ‘mengenal’ dan ‘mengikuti’. Ini adalah tiga tindakan yang saling berkesinambungan; ada inisiatif Allah dan ada tanggapan atas inisiatif tersebut. Baca lebih lanjut

Semua kembali pada Rahmat Allah

10 February 2016 (Elson).docx (stmarkcatholicchurch.com)

Hari ini adalah permulaan pantang dan puasa, hari ini kita sebagai umat Katolik memulai retret agung kita. Ketika kita ditandai dengan abu saat misa kita diingatkan kembali bahwa kita adalah abu dan akan kembali menjadi abu. Abu merupakan lambang pertobatan dimana kita diundang untuk masuk ke dalam diri kita, menyadari dan memeriksa diri kita, melihat kelemahan kita, dan mulai merapikan apa yang menjadi kekurangan kita. Baca lebih lanjut