Mengawali dan mengakhiri dengan Tanda Salib

22 Mei 2016 (Opin).docx (www.thedivinemercy.org)

Hal pertama yang selalu saya lakukan setelah bangun dari tidur adalah melakukan tanda salib dan mengucapkan “terima kasih Tuhan Yesus”. Sederhana namun sangat berarti bagi saya, Saya pun menyadari bahwa hanya dengan cara itu saya bisa menunjukkan Baca lebih lanjut

Kehendak Murni dan Penyerahan Diri

16 Mei 2016 (Alex).docx (www.youtube.com)

Barangkali bacaan Injil hari ini terasa lebih mendebarkan dan menegangkan dari biasanya. Injil hari ini mengisahkan kepada kita bagaiaman seseorang datang kepada Yesus, memohon supaya diri-Nya mau mengusir roh jahat dari dalam diri anaknya. Di sisi lain, Baca lebih lanjut

Jangan berhenti harap pada-Nya

12 Mei 2016 (Dom).docx (weheartit.com)

Kuatlah hatimu
Lewati setiap persoalan
Tuhan Yesus s’lalu menopangmu
Jangan berhenti harap pada-Nya

Bait di atas adalah penggalan lagu yang berjudul Tuhan Pasti Sanggup. Bagi sebagian orang, kata-kata dalam bait ini hanyalah sekedar kata-kata puitis atau bahkan tanpa arti sama sekali. Bagi sebagian orang yang sedang mengalami cobaan, tantangan, kesulitan, kepedihan, bisa jadi setiap kata dalam bait ini terasa sangat hidup dan seakan mengerti apa yang sedang dialami. Bisa dibayangkan ternyata pengaruh empat baris di atas bisa menggugah perasaan seseorang. Begitu pula dengan kata-kata dari Santo Paulus dalam bacaan pertama.

Santo Paulus memberikan kesaksian yang menurut saya adalah kesaksian yang cerdik. Ia dengan berani menyatakan siapa dirinya di hadapan khalayak umum dan menyatakan kebenaran tentang Tuhan Yesus yang dahulu ditentangnya habis-habisan. Ia menyatakan kebenaran tentang kebangkitan dan kehadiran malaikat atau roh, seperti halnya diyakini oleh kaum Farisi. Meski demikian, yang menarik adalah perkataan Tuhan setelah kejadian tersebut, yakni “Kuatklah hati, sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku…” Kita bisa melihat bahwa Tuhan yang sempurna hadir memberi semangat dalam kesaksian St. Paulus. Realita inilah yang menjadi motivasi kuat bagi St. Paulus untuk mewartakan Kristus yang bangkit.

12 Mei 2016 (Dom).docx (tommiele.wordpress.com)

Kesempurnaan Tuhan Yesus bisa kita lihat pula dalam bacaan Injil hari ini. Ia berdoa bagi semua orang supaya menjadi sempurna. Ia telah memberikan kemuliaan pada manusia supaya menjadi SATU dan SEMPURNA, yaitu seperti Bapa berada dalam Yesus dan Yesus dalam semua orang. Dengan kata lain, seseorang diintegrasikan dalam kesatuan dan kesempurnan ilahi melalui Tuhan Yesus. Ini adalah anugerah luar biasa yang Tuhan berikan pada kita.

Anugerah ini pula yang akan menggerakkan seseorang dalam memberikan kesaksian. Kesaksian seorang pengikut Kristus berawal dari perubahan hati yang kuat menanggung resiko, perubahan hati yang setia mengasihi Tuhan, dan perubahan hati yang ingin menyelamatkan jiwa-jiwa. Perubahan hati ini mengarahkan hidup kita pada kemuliaan yang Tuhan Yesus berikan yakni KESATUAN & KESEMPURNAAN supaya pada akhirnya kita bisa berada BERSAMA-SAMA dengan Bapa. Inilah tujuan akhir kita sebagai manusia yang sedang berziarah di dunia.

Image: weheartit.com, tommiele.wordpress.com

About the author

Br. Dominico Xaverio Budoyo Setiawan

Br. Dominic is a graduate of Atma Jaya University, Yogyakarta, with a bachelor’s degree in Accounting. He was working in Jakarta when the still small voice of God grew day by day, asking him to offer His life in a special way for Him and His Church. He kept this motto in his mind: “I surrender all and offer You my imperfect life”; and eventually decided to enter the formation house in Surabaya as an aspirant in July 2014.

Naik Kelas

04 May 2016 (Agus).docx (www.agodman.com)

“Ibu darimana datangnya adik bayi?”, “Mengapa, kok cuma Ibu yang bisa hamil?” atau “Bisakah sudah besar nanti saya menikah dengan Ayah (Ibu)?”

Pertanyaan-pertanyaan seputar masalah seks, anotomi tubuh, kehamilan serta kelahiran adalah hal yang sering ditanyakan oleh anak-anak usia prasekolah kepada orangtuanya. Hal ini adalah hal yang wajar, karena anak-anak pada usia ini mulai mengenali seksualitasnya dan sudah lebih sadar akan dunia di sekitar mereka. Namun demikian, sayangnya tak sedikit orangtua yang malah menjadi marah ketika anak mulai bertanya-tanya soal seks, dengan menjawab, “Jangan tanya begitu, tidak baik!”, atau “Kamu masih kecil, belum waktunya untuk tahu begituan.” Tak jarang orangtua pun langsung mengalihkan perhatian si anak dan tak menjawab pertanyaannya.

Cara ini jelas salah. Orangtua melakukan itu biasanya karena ketidaktahuannya sehingga mereka tidak tahu bagaimana harus menjawabnya. Oleh karena itu, orangtua harus berusaha mencari tahu dengan membaca buku dan bertanya pada orang yang mengerti. Hal itu supaya anak-anak tidak tersesat karena bertanya kepada orang yang lain dan tidak mencoba-mencoba untuk memuaskan rasa penasaran mereka.

Sabahat terkasih, terkadang kita pun sering menjadi seperti anak kecil yang tidak mengerti tentang rencana Allah bagi hidup kita. Ketika kita sedang dihadapkan pada berbagai masalah dan tantangan kita pun sering bertanya kepada Tuhan, “Mengapa, Tuhan?, Kenapa semua ini harus terjadi?”

Syukur pada Allah, jika kita masih mau datang dan bertanya kepada Allah melalui doa-doa kita. Tidak jarang banyak orang yang akhirnya jadi kehilangan harapan dan pergi ke tempat-tempat atau bertanya kepada orang-orang yang salah untuk mencari jawaban atas permasalahan hidup mereka.

04 May 2016 (Agus).docx (zopical.com)

Maka dari itu, di dalam bacaan Injil hari ini (Yoh 16:12-15), dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus pun bersabda kepada murid-murid-Nya:
“Masih banyak hal yang harus kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat memahaminya. Tetapi apabila Roh Kebenaran, datang, Ia akan mengajar kamu segala kebenaran.”

Pertanyaannya sekarang adalah, “Maukah kita percaya pada janji Allah ini, dan dengan setia menantikan hadirnya Roh Kebenaran?”

Semoga semua ini dapat menginspirasi agar kita mau selalu memohon karunia iman kepada-Nya. Dengan iman, kita akan dapat mengerti bahwa melalui setiap persoalan yang terjadi, semua itu boleh menjadi ujian yang dapat membuat kita “naik kelas”.

Setelah mencapai level iman yang lebih tinggi, kita pun siap untuk menerima hal-hal baru dan hikmat dari Roh Kebenaran. Hal ini akan membuat kita mengerti tentang misteri kasih dan kehendak Allah di dalam hidup ini.

Tuhan memberkati kita semua.

Image: http://www.agodman.com, zopical.com

About the author

Br. Agustinus Alfred Hermawan, OP