Kehendak Murni dan Penyerahan Diri

16 Mei 2016 (Alex).docx (www.youtube.com)

Barangkali bacaan Injil hari ini terasa lebih mendebarkan dan menegangkan dari biasanya. Injil hari ini mengisahkan kepada kita bagaiaman seseorang datang kepada Yesus, memohon supaya diri-Nya mau mengusir roh jahat dari dalam diri anaknya. Di sisi lain, Baca lebih lanjut

Kenaikan Tuhan dan Perutusan Kita

05 Mei 2016 (Alex).docx (gone-fishin.org)

Pada hari ini kita dan segenap umat beriman merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan. Setelah empat puluh hari lamanya menjalani masa Paskah kini Tuhan menampakkan diri-Nya kepada para murid, dan memberikan pesan terakhir sebelum diri-Nya diangkat ke Surga. Yesus berpesan kepada para murid-Nya supaya mereka bersiap mewartakan kabar sukacita dan pertobatan. Namun, sebelum itu Baca lebih lanjut

Bekerja atas dasar keutamaan Kristus

11 April 2016 (Alex) (bittersweettransitions.com)

“Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.”

Kutipan dari Injil hari ini menjadi pesan yang sangat mengena dan sarat makna. Sesuai dengan situasi jaman ini, kutipan tersebut mengingatkan kita tentang makna sesungguhnya dari bekerja. Dalam kisah ini Yesus jelas menyindir orang-orang yang mencari diri-Nya karena alih-alih percaya dengan sabda Illahi mereka justru percaya karena perut mereka menjadi kenyang. Dengan kata lain mereka percaya sejauh perut mereka dikenyangkan, bukan karena mereka tergerak dari hati yang terdalam.

Di jaman yang penuh dengan persaingan dan aneka tuntutan, kata “bekerja” selalu diidentikan dengan kesibukan diri di tempat kerja atau menjalani hari dengan seabrek kegiatan di sana–sini. Kata “bekerja” kemudian berhubungan erat dengan kata “keringat”, “sibuk”, ”lelah”, ”jenuh”, dan ”upah/gaji”. Asumsi dasar ialah semakin banyak bekerja maka semakin makmur, atau time is money. Asumsi tersebut menempatkan kata “bekerja” sebagai sebuah keutamaan dan syarat mutlak untuk mencapai hidup yang berkelimpahan serta bahagia. Masalahnya kita kerap jatuh pada bahaya “mendewakan pekerjaan” dan kemudian diperparah dengan kebiasaan workaholic atau kecanduan pekerjaan. Bekerja seolah hanya mengejar pencapaian-pencapaian sesaat.

Dengan segala kesibukan dan rutinitas yang sangat padat, tanpa terasa waktu dua puluh empat jam sehari berlalu begitu saja. Tanpa disadari pula kesempatan untuk berdoa menjadi sedemikian sedikit, dan hanya ditempatkan jika kita sungguh memiliki waktu untuk itu. Lalu apakah banyak bekerja itu salah? Tentu menjadi salah jika ditempatkan dalam jumlah yang tidak proporsional. Lebih buruk lagi bekerja lebih didasari pada pencarian akan pencapaian semu sehingga orang cenderung menghalalkan segala cara supaya keinginannya tercapai. Kutipan Injil di atas memiliki makna yang sangat jelas, yakni supaya kita tidak melulu mengejar pencapaian-pencapaian semu.

11 April 2016 (Alex) (mayjesuschristbepraised.com)

Dalam bekerja kita perlu untuk terus berpegang pada keyakinan bahwa kita tidak bekerja untuk makanan semata, tetapi untuk keutamaan-keutamaan kristiani seperti kejujuran, keteguhan, murah hati, sabar, dan pengampun. Sesungguhnya keutamaan itulah yang perlu terus diperjuangkan walaupun jalan untuk mencapainya amat sulit dan sempit. Makanan hanyalah bonus tambahan yang datang dengan sendirinya. Dengan menempatkan keutamaan itu kita turut mengarahkan diri pada kehendak Bapa, yakni “percaya kepada Putra-Nya, Yesus Kristus,” yang telah diutus Bapa sendiri untuk menjadi penyelamat kita.

Image: mayjesuschristbepraised.com, bittersweettransitions.com

About the author

Br. Alexander Detayoga

Br. Alex is a graduate of St. Peter Canisius Minor Seminary in Mertoyudan, Magelang, Middle Java. Caritas Christi Urget Nos (The Love of Christ Urges us On) become his motto since entered the seminary. Unity in brotherhood is his reason entered the formation house in Surabaya as an aspirant in July 2015.

Yesus dan Orang Malang; Kisah Kesurupan di Jaman Modern

01 the-healing-of-the-demon-possessed-gadarene-man1

Tidak seperti biasanya, Injil kali ini mengisahkan cerita menarik tentang seseorang yang kerasukan roh-roh jahat. Kenapa Injil kali ini menarik, tidak lain dan tidak bukan karena ada tiga hal aneh bin ajaib. Alih-alih mengisahkan mukjizat dengan biasa, Injil hari ini memberikan detail dengan baik. Oleh karena itu, mari kita lihat baik-baik Injil kali ini. Baca lebih lanjut