Happy Birthday…!!!

15 Mei 2016 (Agus)

Tahukah anda kapan hari ulang tahun dari Gereja kita?

Dua ribu tahun lalu, ketika terjadi peristiwa Pentakosta (10 hari setelah Tuhan Yesus naik ke surga), Roh Kudus pun turun atas diri para rasul. Roh Kudus inilah yang menguatkan Rasul Petrus sehingga melalui khotbahnya yang pertama, ia pun berhasil menginspirasi 3000 orang untuk bertobat dan menyerahkan diri mereka untuk dibaptis. Mereka inilah yang akhirnya menjadi jemaat pertama dalam sejarah Gereja perdana, dan menyebut diri mereka sebagai orang Kristen.

Sejak saat itu, ajaran-ajaran Yesus mulai menyebar ke seluruh Roma dan daerah sekitarnya. Kemudian mereka pun membentuk Gereja-Gereja yang dipimpin oleh para rasul. Tradisi mencatat bahwa Gereja di Roma didirikan oleh Santo Petrus dan Santo Paulus, di mana Santo Petrus menjadi Paus yang pertama. Oleh karena itu, banyak sejarawan yang menganggap Pentakosta sebagai hari lahirnya Gereja.

Sahabat terkasih, catatan sejarah atau tradisi ini ingin menunjukkan pada kita bahwa jika Gereja dapat bertahan hingga saat ini, semua itu tentu karena berkat penyertaan Allah yang telah memampukan Gereja di dalam menghadapi setiap badai atau tantangan yang terjadi.

Gereja yang dilambangkan sebagai sebuah bahtera yang sedang mengarungi lautan luas, juga ingin menunjukkan bahwa Gereja pun selalu membutuhkan tuntunan dari Roh Kudus yang adalah ‘sang nahkoda’ yang sejati. Syukur pada Allah karena melalui kesaksiaan iman dan kemartiran dari para Santo, Santa dan semua orang Kudus, mereka pun akhirnya dapat membuat kita menjadi mengerti bahwa tujuan hidup kita di dunia ini hanyalah untuk memuliakan nama Allah, serta mengasihi Allah dan sesama.

Karenanya, sebagai anggota dari Gereja, apa yang telah kita lakukan untuk melanjutkan misi Gereja di tengah-tengah dunia saat ini?

15 Mei 2016 (Agus).jpg (en.wikipedia.org)

Di dalam bacaan Injil di hari raya Pentakosta ini (Yoh 14:15-16, 23b-26), Yesus pun bersabda: “Roh Kudus adalah Roh Penolong dan Penghibur yang diutus oleh Bapa dalam nama-Ku. Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”

Akhirnya, setelah kita menyadari bahwa kita tak pernah ditinggalkan berjalan seorang diri maka apa yang dapat kita lakukan agar kita pun dapat menjadi seorang penolong dan pembawa damai dan kabar Gembira Allah kepada semua orang?

Semoga melalui momen Pentakosta yang kita peringati pada minggu ini, dapat menginspirasi agar kita mau selalu berdoa dan mohon karunia Roh Kudus untuk selalu membimbing setiap langkah kita. Biarlah kita mau tetap setia di jalan-Nya walau apapun yang akan terjadi. Kita tidak akan pernah meninggalkan Gereja hingga akhirnya kita semua pun tiba di pelabuhan yang terakhir, yaitu kehidupan kekal bersama Allah Bapa di Surga.

Selamat Hari Raya Pentakosta. Selamat ulang tahun Gereja Katolik…May God bless us always

Image: en.wikipedia.org

About the author

Br. Agustinus Alfred Hermawan, OP

Iklan

Naik Kelas

04 May 2016 (Agus).docx (www.agodman.com)

“Ibu darimana datangnya adik bayi?”, “Mengapa, kok cuma Ibu yang bisa hamil?” atau “Bisakah sudah besar nanti saya menikah dengan Ayah (Ibu)?”

Pertanyaan-pertanyaan seputar masalah seks, anotomi tubuh, kehamilan serta kelahiran adalah hal yang sering ditanyakan oleh anak-anak usia prasekolah kepada orangtuanya. Hal ini adalah hal yang wajar, karena anak-anak pada usia ini mulai mengenali seksualitasnya dan sudah lebih sadar akan dunia di sekitar mereka. Namun demikian, sayangnya tak sedikit orangtua yang malah menjadi marah ketika anak mulai bertanya-tanya soal seks, dengan menjawab, “Jangan tanya begitu, tidak baik!”, atau “Kamu masih kecil, belum waktunya untuk tahu begituan.” Tak jarang orangtua pun langsung mengalihkan perhatian si anak dan tak menjawab pertanyaannya.

Cara ini jelas salah. Orangtua melakukan itu biasanya karena ketidaktahuannya sehingga mereka tidak tahu bagaimana harus menjawabnya. Oleh karena itu, orangtua harus berusaha mencari tahu dengan membaca buku dan bertanya pada orang yang mengerti. Hal itu supaya anak-anak tidak tersesat karena bertanya kepada orang yang lain dan tidak mencoba-mencoba untuk memuaskan rasa penasaran mereka.

Sabahat terkasih, terkadang kita pun sering menjadi seperti anak kecil yang tidak mengerti tentang rencana Allah bagi hidup kita. Ketika kita sedang dihadapkan pada berbagai masalah dan tantangan kita pun sering bertanya kepada Tuhan, “Mengapa, Tuhan?, Kenapa semua ini harus terjadi?”

Syukur pada Allah, jika kita masih mau datang dan bertanya kepada Allah melalui doa-doa kita. Tidak jarang banyak orang yang akhirnya jadi kehilangan harapan dan pergi ke tempat-tempat atau bertanya kepada orang-orang yang salah untuk mencari jawaban atas permasalahan hidup mereka.

04 May 2016 (Agus).docx (zopical.com)

Maka dari itu, di dalam bacaan Injil hari ini (Yoh 16:12-15), dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus pun bersabda kepada murid-murid-Nya:
“Masih banyak hal yang harus kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat memahaminya. Tetapi apabila Roh Kebenaran, datang, Ia akan mengajar kamu segala kebenaran.”

Pertanyaannya sekarang adalah, “Maukah kita percaya pada janji Allah ini, dan dengan setia menantikan hadirnya Roh Kebenaran?”

Semoga semua ini dapat menginspirasi agar kita mau selalu memohon karunia iman kepada-Nya. Dengan iman, kita akan dapat mengerti bahwa melalui setiap persoalan yang terjadi, semua itu boleh menjadi ujian yang dapat membuat kita “naik kelas”.

Setelah mencapai level iman yang lebih tinggi, kita pun siap untuk menerima hal-hal baru dan hikmat dari Roh Kebenaran. Hal ini akan membuat kita mengerti tentang misteri kasih dan kehendak Allah di dalam hidup ini.

Tuhan memberkati kita semua.

Image: http://www.agodman.com, zopical.com

About the author

Br. Agustinus Alfred Hermawan, OP