Jangan berhenti harap pada-Nya

12 Mei 2016 (Dom).docx (weheartit.com)

Kuatlah hatimu
Lewati setiap persoalan
Tuhan Yesus s’lalu menopangmu
Jangan berhenti harap pada-Nya

Bait di atas adalah penggalan lagu yang berjudul Tuhan Pasti Sanggup. Bagi sebagian orang, kata-kata dalam bait ini hanyalah sekedar kata-kata puitis atau bahkan tanpa arti sama sekali. Bagi sebagian orang yang sedang mengalami cobaan, tantangan, kesulitan, kepedihan, bisa jadi setiap kata dalam bait ini terasa sangat hidup dan seakan mengerti apa yang sedang dialami. Bisa dibayangkan ternyata pengaruh empat baris di atas bisa menggugah perasaan seseorang. Begitu pula dengan kata-kata dari Santo Paulus dalam bacaan pertama.

Santo Paulus memberikan kesaksian yang menurut saya adalah kesaksian yang cerdik. Ia dengan berani menyatakan siapa dirinya di hadapan khalayak umum dan menyatakan kebenaran tentang Tuhan Yesus yang dahulu ditentangnya habis-habisan. Ia menyatakan kebenaran tentang kebangkitan dan kehadiran malaikat atau roh, seperti halnya diyakini oleh kaum Farisi. Meski demikian, yang menarik adalah perkataan Tuhan setelah kejadian tersebut, yakni “Kuatklah hati, sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku…” Kita bisa melihat bahwa Tuhan yang sempurna hadir memberi semangat dalam kesaksian St. Paulus. Realita inilah yang menjadi motivasi kuat bagi St. Paulus untuk mewartakan Kristus yang bangkit.

12 Mei 2016 (Dom).docx (tommiele.wordpress.com)

Kesempurnaan Tuhan Yesus bisa kita lihat pula dalam bacaan Injil hari ini. Ia berdoa bagi semua orang supaya menjadi sempurna. Ia telah memberikan kemuliaan pada manusia supaya menjadi SATU dan SEMPURNA, yaitu seperti Bapa berada dalam Yesus dan Yesus dalam semua orang. Dengan kata lain, seseorang diintegrasikan dalam kesatuan dan kesempurnan ilahi melalui Tuhan Yesus. Ini adalah anugerah luar biasa yang Tuhan berikan pada kita.

Anugerah ini pula yang akan menggerakkan seseorang dalam memberikan kesaksian. Kesaksian seorang pengikut Kristus berawal dari perubahan hati yang kuat menanggung resiko, perubahan hati yang setia mengasihi Tuhan, dan perubahan hati yang ingin menyelamatkan jiwa-jiwa. Perubahan hati ini mengarahkan hidup kita pada kemuliaan yang Tuhan Yesus berikan yakni KESATUAN & KESEMPURNAAN supaya pada akhirnya kita bisa berada BERSAMA-SAMA dengan Bapa. Inilah tujuan akhir kita sebagai manusia yang sedang berziarah di dunia.

Image: weheartit.com, tommiele.wordpress.com

About the author

Br. Dominico Xaverio Budoyo Setiawan

Br. Dominic is a graduate of Atma Jaya University, Yogyakarta, with a bachelor’s degree in Accounting. He was working in Jakarta when the still small voice of God grew day by day, asking him to offer His life in a special way for Him and His Church. He kept this motto in his mind: “I surrender all and offer You my imperfect life”; and eventually decided to enter the formation house in Surabaya as an aspirant in July 2014.

Hanya Tuhan yang sanggup mengubah hidupku

01 May 2016 (Dom).docx (www.4lah.com)

Dalam bacaan pertama kita melihat suatu “aksi-reaksi” dari para pengikut Kristus atau yang disebut Kristen. Tema “aksi-reaksi” ini pun bukan suatu hal yang baru kita baca atau dengar. Perlu dipahami bahwa saat itu ajaran Kristen hidup dalam budaya Ibrani dan di sekitar agama Yahudi sehingga orang-orang yang dibaptis menjadi Kristen adalah mereka yang telah hidup berakar dalam budaya Ibrani dan agama Yahudi. Lantas Baca lebih lanjut