Para Pencari Kepuasan

13 April 2016 (Alf).docx (coveredbygrace-blog.tumblr.com)

Katanya, apa yang diberikan Yesus membuat seseorang “tidak lapar dan tidak haus lagi.” Dengan kata lain, terpuaskan! Puas yang tidak hanya sementara, tetapi puas yang membuat seseorang tidak lagi mencari-cari.

Ini tampak berbeda dengan kenyataan hidup kita sehari-hari sebagai orang Katolik. Sama seperti orang-orang modern lainnya, kita adalah kumpulan orang-orang yang tidak puas. Karenanya kita terus mengembara dan dengan rakus menyantap kepuasan-kepuasan kecil yang bisa kita temui. Kita kumpulan orang-orang yang bosan. Karenanya kita lari ke berbagai entertainment untuk mengalihkan kebosanan. Lucunya, semakin beragam dan tersedia entertainment yang bisa kita jangkau, semakin kita merasa bosan!

Film, game, smartphone, liburan, sinetron, musik… ada masanya kita keranjingan lalu greget-nya hilang. Kemudian kita mencari yang lain. Semakin tersedia pilihan, semakin berkurang greget yang bisa kita dapat dari apa yang kita miliki. Kita membandingkan dan mengharapkan greget yang lebih dari setiap produk entertainment baru yang muncul.

Rasa puas menjadi sebuah komoditas yang dicari dan berusaha disediakan. Karena ketika seseorang merasa puas maka ia bisa produktif. Kalau sebuah perusahaan hanya berisi kelompok pekerja yang setiap hari mencari tempat kerja baru, perusahaan tidak bisa maju karena setiap kali harus kembali ke titik nol melatih karyawan baru.

Tapi bahkan perusahaan-perusahaan tahu, bahwa rasa puas tidak hanya berasal dari pemenuhan kebutuhan fisik. Gaji besar saja tidak dapat membendung pekerja yang resign karena kelelahan, hampir selalu lembur dan punya setumpuk cuti tapi tidak bisa diambil. Tidak heran perusahaan pemberi kerja rela melepas uang sangat banyak untuk berbagai seminar motivasi bagi karyawan berpotensi! Mengapa? Karena kepuasan terbesar yang dicari seseorang pada akhirnya adalah sebuah makna hidup.

Seseorang yang menemukan makna hidup, bisa tetap produktif meskipun harus lembur setiap hari atau merunduk-runduk menghindari desingan peluru di medan perang. Kepuasan terdalam inilah yang dicari orang, dan Yesus berkata, “Akulah kepuasan itu.”

13 April 2016 (Alf).docx (itseminary.wordpress.com)

Banyak orang meninggalkan iman Kristen, meninggalkan Gereja karena tidak menemukan kepuasan ini. Padahal Gereja perdana berisi orang-orang yang telah mengecap kepuasan ini sehingga mereka walau tercerai-berai tetap mewartakan Kristus. Walau berada dalam penganiayaan tidak tawar hati. Apa yang salah sehingga kita tampaknya tidak lagi dapat mengecap kepuasan tersebut sebagai kenyataan?

Inilah kata-kata Yesus, “Siapa yang datang kepada-Ku…” Hal pertama yang kita perlukan adalah datang kepada Yesus. Yesus adalah seseorang, bukan sesuatu. Tidak jarang kita berdoa seolah di hadapan barang, bukan orang. Barang ini perlu digerakkan dengan rumusan dan ketrampilan tertentu supaya memberi produk yang kita inginkan. “Doa ini lebih efektif, rumusan ini lebih manjur, harus diulang sekian kali supaya berhasil.”

Ya, saya pernah mengalami situasi yang sama. Sampai suatu titik saya sadar, saya tidak mengenal Tuhan. “Kamu itu ada gak sih? Siapa sebenarnya diri-Mu, kok nyebelin amat sih?” Dari situ dimulailah pergulatan antara dua pribadi hingga hari ini.

Image: coveredbygrace-blog.tumblr.com, itseminary.wordpress.com

About the author

Br. Alfonsus Agus Syawal Yudhistira

Br. Alfons is a graduate in Multimedia Computing, Communications, and Broadcasting of Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), Korea. “Starbucks and Laptop” is his personal motto. He decided to enter the formation house in Surabaya as an aspirant in July 2015.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s